Site icon Detektif Nusantara

Detektif Jenius Pemecah Kasus, Siapa Sherlock Holmes?

Ilustrasi detektif sherlock holmes

Bagi Anda yang senang menonton film bertema detektif, nama Sherlock Holmes tentu sudah tidak asing lagi. Detektif satu ini dikenal dengan cara briliannya dalam memecahkan berbagai kasus rumit. Intuisi dipadu dengan kecerdikannya dalam meneliti sebuah kasus membuat banyak orang mempertanyakan siapa sebenarnya Sherlock itu.

Lalu, siapa sesungguhnya Sherlock dan apakah dia adalah seorang detektif di dunia nyata? Simak penjelasannya berikut ini!

Apakah Sherlock Holmes adalah Sosok Nyata?

Detektif Sherlock adalah karakter fiksi yang diciptakan oleh Sir Arthur Conan Doyle, seorang penulis asal Skotlandia. Dia adalah prototipe detektif era modern dan pertama kali muncul dalam A Study in Scarlet karya Conan Doyle yang terbit di Beeton’s Christmas Annual tahun 1887.

Sebagai seorang detektif konsultan pertama dan satu-satunya di dunia, Sherlock mengejar penjahat di seluruh Victoria dan Edwardian London di London bagian Selatan dan Benua Eropa. Meskipun sebelumnya sudah ada sosok detektif modern yakni C. Auguste Dupin (ditulis oleh Edgar Allan Poe) dan Monsieur Lecoq (diciptakan oleh Emile Gaboriau), namun kehadiran Sherlock memberikan dampak yang cukup besar di dunia cerita detektif. Bisa dibilang, Sherlock adalah yang paling populer di dunia saat ini.

Bagaimana Sherlock Holmes Bisa Begitu Pintar?

Sherlock dikenal karena kemampuan analisisnya kasusnya yang jenius. Usut punya usut, sang penulis, Conan Doyle ternyata membuat karakter Sherlock dengan mencontoh metode dan tingkah laku Dr. Joseph Bell. Bell sendiri adalah profesor yang pernah mengajar Conan Doyle saat dia masih berkuliah di University of Edinburgh Medical School.

Secara khusus, kemampuan luar biasa Sherlock dalam mengumpulkan bukti dibuat Conan Doyle sesuai dengan keterampilan pengamatan dan penalaran deduktif yang dimiliki oleh Profesor Bell. Kemampuan tersebut digunakan oleh Profesor Bell untuk mendiagnosis penyakit pasiennya.

Beberapa cara kerja Sherlock dalam menyelesaikan kasus menjelaskan tentang metode ini. Salah satunya adalah klaimnya bahwa “Ketika Anda telah mengecualikan yang tidak mungkin, apa pun yang tersisa meskipun terdengar tidak mungkin, pasti adalah kebenaran.” Kemampuan Sherlock dalam mendeteksi kasus menjadi semakin jelas ketika rekannya Dr. John H. Watson menjelaskan tentang kasus kriminal yang mereka selesaikan bersama.

Siapa Musuh Bebuyutan Sherlock Holmes?

Seperti halnya kisah detektif yang lain, dalam cerita Sherlock, sang detektif juga memiliki musuh bebuyutan alias musuh besar. Dia adalah Profesor Moriarty.

Bernama lengkap Profesor James Moriarty, dia adalah dalang kriminal yang diciptakan oleh Conan Doyle sebagai musuh tangguh bagi Sherlock. Awalnya, Conan Doyle menghadirkan Profesor Moriarty sebagai sosok yang akan mengakhiri hidup sang detektif (meski akhirnya rencana ini gagal karena Sherlock ‘dihidupkan’ kembali dalam kisah baru). Profesor Moriarty muncul pertama kali dalam cerita pendek The Adventure of the Final Problem yang diterbitkan tahun 1893.

Profesor Moriarty juga sempat muncul dalam novel terakhir Sherlock Holmes the Valley of Fear, tetapi tanpa penampilan langsung. Sherlock juga beberapa kali menyebutkan tentang Moriarty dalam beberapa cerita lainnya termasuk The Adventure of the Norwood Builder, The Adventure of the Illustrious Client hingga His Last Bow.

Profesor Moriarty sendiri adalah seorang Machiavellian, konsultan bagi dalam kriminal. Dia menggunakan kecerdasan dan sumber daya yang dimilikinya untuk memberikan strategi kejahatan hingga perlindungan hukum kepada dalang kriminal. Ini tentu saja dilakukannya dengan imbalan bayaran.

Sherlock menyamakan Moriarty dengan laba-laba di tengah jaring. Istilah ini mengacu pada Adam Worth, seorang dalam kriminal di dunia nyata yang menjadi inspirasi terciptanya karakter Moriarty. Meskipun hanya muncul dua kali dalam cerita asli Conan Doyle, berbagai adaptasi yang dibuat menjadikan Moriarty sebagai musuh Sherlock yang paling terkenal.

Fakta-Fakta Menarik Sherlock Holmes

Di tengah popularitasnya dalam cerita detektif, Sherlock memiliki sejumlah fakta menarik yang mungkin belum Anda ketahui. Simak beberapa di antaranya berikut ini!

Awalnya akan Dinamai Sherrinford

Oleh Conan Doyle namanya diganti menjadi Sherlock, kemungkinan karena sudah ada seorang pemain kriket yang memakai nama itu. Doyle bahkan menggambarkan Sherlock sebagai seorang penggemar kriket. Dia juga adalah seorang pemain kriket antara tahun 1899 hingga 1907 dan bermain dalam pertandingan kelas satu untuk Klub Kriket Marylebone.

Novel Pertamanya Gagal

Sherlock debut pertama kali dalam novel karangan Conan Doyle yang berjudul A Study in Scarlet. Dia menulisnya hanya dalam waktu 3 minggu. Doyle menuliskan cerita itu saat sedang menjalankan operasi di Portsmouth. Novel itu ditolak oleh banyak penerbit dan akhirnya diterbitkan oleh Beeton’s Christmas Annual tahun 1887. Novel itu tidak laku, bahkan tenggelam tanpa jejak.

Novel Keduanya Lahir Berkat Makan Malam dengan Oscar Wilde

Buku kedua yang menceritakan tentang Sherlock lahir berkat acara makan malam Doyle dengan Oscar Wilde. Salah satu orang yang mengagumi novel pertama Sherlock adalah editor Joseph Stoddart, yang mengedit Majalah Bulanan Lippincott. Dialah yang meyakinkan Doyle untuk menuliskan novel keduanya dalam bentuk serial di majalah. Oscar Wilde yang waktu itu juga hadir, setuju untuk menulis novel untuk majalah tersebut, The Picture of Dorian Grey.

Sherlock Sebenarnya Jarang Memakai Deerstalker

Jika Anda sering menonton film detektif, Anda tentu sering melihat bahwa detektif dalam cerita mengenakan topi deerstalker. Topi deerstalker sendiri adalah jenis topi yang banyak digunakan di area pedesaan khususnya untuk berburu rusa. Gambaran mengenai Sherlock yang mengenakan deerstalker sebenarnya dibuat oleh Sidney Paget saat cerita pendek di Majalah Strand terbit tahun 1891 (dimulai dengan Scandal in Bohemia). 

Cerita itu kemudian mendunia dan membuat Sherlock lekat dengan image topi deerstalker-nya. Padahal dalam kebanyakan cerita, Sherlock sangat jarang mengenakan topi itu. Akibat asosiasi deerstalker dengan Sherlock, topi itu sering dianggap sebagai topi detektif oleh banyak orang.

Sherlock adalah Karakter Manusia yang Paling Banyak Muncul di Film

Menurut data dari situs IMDb, Sherlock telah muncul dalam 226 film dan telah dimainkan oleh puluhan aktor yang berbeda sejak munculnya bioskop di akhir abad ke-19 (karakter fiksi lain yang lebih banyak muncul dalam film adalah Dracula yakni sebanyak 239 kali. Dracula tidak dihitung karena merupakan setengah manusia dan setengah vampir). Tidak heran jika kemudian banyak penulis yang tertarik untuk menciptakan sosok detektif lain yang menjadi saingan Sherlock.

Meskipun sudah ratusan tahun sejak ceritanya pertama kali ditulis, namun Sherlock masih menjadi sosok detektif populer dan berpengaruh di dunia saat ini. Keberadaannya menginspirasi banyak penulis untuk membuat karakter detektif lain yang menyerupai Sherlock. 

Itulah beberapa hal menarik yang perlu Anda ketahui seputar Sherlock Holmes. Anda bisa membaca cerita asli Sherlock dalam bentuk novel atau menonton film maupun serialnya dengan mudah saat ini. Tertarik untuk mengikuti kisah sang detektif?

Exit mobile version