Site icon Detektif Nusantara

Ini Loh 6 Perbedaan Intel dan Detektif Swasta Indonesia

perbedaan intel dan detektif swasta

Intel dan detektif merupakan profesi yang berbeda. Sayangnya, tak banyak yang tahu apa saja perbedaan intel dan detektif. Mungkin Anda pun masih bingung apa saja perbedaan dari kedua jenis profesi ini.  

Nah, supaya Anda bisa lebih mengenal profesi intel dan detektif, artikel berikut akan membahas perbedaan kedua jenis profesi unik ini. Yuk, simak penjelasannya!

Dilihat dari Pengertiannya

Menurut KBBI, intel sebenarnya merupakan kependekan dari istilah intelijen. Berdasarkan sumber yang sama, intelijen sendiri dijelaskan sebagai orang yang bertugas untuk mengamati atau mencari seseorang. Definisi lain menyebutkan bahwa intel bermakna ‘dinas rahasia’.

Lalu, bagaimana dengan detektif, lebih spesifiknya detektif swasta? Detektif dideskripsikan sebagai orang yang mengumpulkan data-data, melakukan analisis dari data yang telah dikumpulkan, lalu dilaporkan kepada klien/pihak yang menyewa jasanya.

Sekilas, mungkin dua istilah di atas terkesan mirip. Baik intel dan detektif swasta memang biasanya bekerja secara rahasia alias diam-diam. Tetapi, detektif swasta biasanya bekerja sendiri, tanpa ada lembaga yang membawahi. Kalaupun ada, lembaga ini bersifat swasta—bukan lembaga pemerintah.

Di lain sisi, intel memiliki lembaga pemerintah yang membawahinya. Di Indonesia sendiri, Badan Intelijen Negara (BIN) merupakan lembaga negara yang memiliki wewenang dalam bidang intelijen.

Tugas Seorang Intel dan Detektif Swasta

Dua profesi ini sama-sama terkenal ‘misterius’ di mata masyarakat, namun apa saja perbedaan intel dan detektif swasta dalam tugasnya?

Sebagai lembaga pemerintah, intel bertugas untuk melakukan tugas-tugas berikut, misalnya:

Dibandingkan tugas-tugas intel yang sudah disebutkan, tugas detektif swasta relatif lebih personal. Detektif swasta memiliki tugas untuk menyelesaikan kasus klien, dan biasanya terbatas pada satu kasus saja. 

Kebanyakan dari kasus-kasus tersebut biasanya memang merupakan kasus pribadi—misalnya mencari orang hilang atau mengusut kasus perselingkuhan.

Regulasi Intel dan Detektif Swasta

Perbedaan intel dan detektif swasta selanjutnya adalah mengenai regulasi. Di Indonesia, profesi intel memiliki dasar hukumnya sendiri. Hal ini tentunya karena intel merupakan bagian dari lembaga negara.  Undang-undang yang mengatur tentang intelijen negara Indonesia adalah UU nomor 17 tahun 2011. 

Tak cukup dengan undang-undang saja, ada juga Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur apa saja fungsi dan tugas dari intel. Misalnya, Perpres RI nomor 90 tahun 2012 pasal 2 yang menyebutkan tentang fungsi BIN, dan pasal 3 untuk tugas-tugas BIN.

Lain intel, lain juga detektif. Sayangnya, tingginya minat hingga saat ini di Indonesia tidak didukung dengan adanya payung hukum untuk profesi ini. Artinya, masih belum ada regulasi khusus (UU atau Perpres) yang mengatur profesi detektif swasta. 

Meski demikian, bukan berarti profesi ini dilarang di Indonesia. Anda tetap masih bisa menyewa jasa detektif swasta untuk mengatasi permasalahan-permasalahan Anda. 

Hanya saja, sang detektif perlu berhati-hati untuk tidak melanggar peraturan perundang-undangan selama melakukan pekerjaannya, misalnya seperti memasuki properti orang tanpa izin, menyadap pembicaraan telepon orang, hingga meretas email seseorang.

Risiko Intel dan Detektif Swasta

Tidak seperti ketiga hal di atas, risiko yang bisa dialami oleh intel dan detektif swasta bisa dikatakan mirip. 

Kedua profesi ini mengharuskan pelaku profesinya untuk bekerja secara undercover dan selalu berhati-hati. Pasalnya, bisa saja ada kejadian yang dapat mengakibatkan intel maupun detektif swasta terjerat kasus yang lebih besar, atau malah menjerumuskannya ke dalam kecelakaan. Dua profesi ini pun dituntut untuk berani mempertaruhkan nyawa demi sebuah misi.

Kemampuan yang Wajib Dimiliki Intel dan Detektif

Sebagaimana risiko intel dan jasa detektif swasta, kemampuan yang perlu dimiliki kedua profesi ini cukup mirip. Kemampuan yang perlu dimiliki dua profesi ini meliputi:

Biaya Intel dan Detektif Swasta

Perbedaan intel dan detektif swasta dapat Anda ketahui melalui lewat biaya jasanya melalui penjelasan berikut:

1. Biaya detektif swasta

Biaya detektif swasta tergantung tingkat kesulitan dari kasus yang  diberikan klien. Misalnya saja, jika kasus yang dihadapi detektif mengharuskan mereka untuk membuntuti pengusaha, ekspatriat, atau orang dengan jabatan tinggi, maka biasanya detektif bisa mematok biaya detektif dengan harga yang tinggi juga. Biaya ini tentu akan berbeda jika kasus yang dihadapi adalah mencari orang hilang, menyelidiki perselingkuhan, dsb.

2. Biaya intel

Karena intel merupakan profesi yang berada di bawah naungan lembaga pemerintah, maka intel tidak mematok tarif sebagaimana detektif. Intel menerima gaji bulanan dan tunjangan dengan nilai yang cukup besar apalagi jika jabatan yang dimiliki sang intel cukup tinggi.

Sebagai kesimpulan, Anda bisa mengetahui perbedaan intel dan detektif tidak hanya dari definisinya saja. Tugas detektif, regulasi hukum, serta biaya/gaji yang dimiliki kedua profesi ini juga memiliki perbedaan yang cukup kentara. Di sisi lain, risiko kerja dan kemampuan yang perlu dimiliki dua profesi ini mirip, sehingga mungkin akan susah jika Anda membandingkan dua profesi ini dari aspek tersebut.

Exit mobile version