Site icon Detektif Nusantara

Jangan Sampai Terjebak, Pahami Bahaya Penipuan Online!

Ilustrasi gambar seseorang sedalng melakukan aksi penipuan online melalui laptopnya

Teknologi yang semakin canggih memang menghadirkan sejuta keuntungan dan kemudahan untuk kita semua. Sayangnya, seperti pisau bermata dua, teknologi seperti internet juga datang dengan sejumlah risiko. Salah satunya adalah penipuan online atau yang lebih dikenal luas sebagai penipuan internet (internet fraud).

Dilansir dari laman resmi FBI, internet fraud merupakan penggunaan layanan internet atau perangkat lunak dengan akses internet untuk menipu korban dan mendapatkan keuntungan dari mereka. Sampai hari ini, skema kejahatan internet mengakibatkan kerugian jutaan dolar setiap tahunnya dan menjadi masalah yang terus berupaya dicari penyelesaiannya.

Di Indonesia, landasan hukum mengenai penipuan lewat internet tertuang dalam UU ITE Pasal 28 Ayat 1. Dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa siapa saja yang tanpa hak dan dengan sengaja menyesatkan orang lain sehingga orang tersebut mengalami kerugian dalam transaksi elektronik akan dikenakan sanksi hukuman penjara maksimal 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Jumlah Kasus Penipuan Online di Indonesia

Sama seperti di berbagai negara lainnya di dunia, masalah internet fraud juga menjadi problem yang serius di Indonesia. Apalagi negara kita termasuk salah satu kawasan dengan penetrasi internet yang cukup tinggi saat ini. Lalu berapa banyak kasus penipuan online yang terjadi di Indonesia?

Dilansir dari situs cekrekening.id, sampai bulan September tahun 2021, terdapat setidaknya 115.756 kasus penipuan yang terjadi lewat internet. Dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi penurunan yang cukup signifikan. Di tahun 2020, jumlah kasus internet fraud bahkan mencapai lebih dari 160 ribu kasus. Angka ini diperoleh dari aduan yang diterima oleh situs cekrekening.id terkait transaksi jual beli lewat media sosial maupun e-commerce. Artinya, ada kemungkinan angka sebenarnya di lapangan jauh lebih banyak dari itu.

Alasan Kenapa Banyak Orang Jadi Korban Penipuan Online

Berdasarkan data cekrekening.id, penurunan jumlah korban internet fraud memang bisa dibilang cukup membanggakan. Tapi karena jumlah korbannya masih sangat tinggi, Anda mungkin bertanya-tanya, apa yang membuat orang bisa dengan mudah menjadi korban penipuan dari internet?

Kurangnya Literasi Digital

Meski secara keseluruhan indeks literasi digital di Indonesia membaik (dari 3,46 di tahun 2020 menjadi 3,46 di tahun 2021), pasalnya masih banyak orang yang belum benar-benar melek tentang internet. Banyak orang tahu bagaimana cara menggunakan internet, tapi tidak sedikit yang masih kurang paham bahayanya.

Penipuan dari e-commerce misalnya, terjadi karena ketidaktahuan masyarakat bahwa transaksi pembelian dari e-commerce tidak boleh dilakukan di luar. Artinya, proses pembayaran harus melalui pihak e-commerce demi memastikan keamanan transaksi. Jadi jika ada oknum penjual dari e-commerce yang meminta pembayaran dilakukan di luar, Anda harus menolaknya karena itu kemungkinan besar adalah penipuan.

Kurang Waspada dan Mudah Terpedaya

Salah satu cara penipu melancarkan aksinya di internet adalah dengan mengirimkan tautan atau link ke alamat email atau ponsel korban. Dengan iming-iming memenangkan hadiah dan lain sebagainya, korban diminta mengklik tautan bahkan memasukkan data pribadi ke situs yang dimaksud. Ketika sudah masuk ke tahap ini, maka pelaku akan dengan mudah mengambil keuntungan dari korban.

Kurang Teliti Saat Menerima Informasi

Salah satu bukti bahwa masyarakat kita masih tidak teliti saat menerima informasi adalah mudahnya berita hoax menyebar. Jika ada orang apalagi yang tidak Anda kenal menyampaikan sesuatu yang tidak jelas kebenarannya, jangan terlalu mudah percaya karena ini berpeluang besar merugikan Anda. Ketika Anda dengan mudah menerima segala hal yang Anda temukan di internet, di sanalah para penipu akan semakin mudah melancarkan aksinya.

Semakin Maraknya Oknum Penipu yang Berkeliaran di Internet

Teknologi yang semakin canggih juga membuat para penjahat di internet semakin banyak jumlahnya. Belum lagi modus yang dipakai juga semakin beragam. Ini adalah salah satu alasan kenapa masih saja ada orang yang terjebak internet fraud hingga saat ini.

Apakah Uang Penipuan Online Bisa Kembali?

Ketika seseorang sadar sudah menjadi korban penipuan lewat internet, hal yang pertama kali dipikirkan hanya 1: bisakah uang yang diambil oleh penipu kembali lagi ke tangan korban? Dilansir dari Justika.com, uang yang hilang karena penipuan dari internet memang bisa kembali.

Sayangnya, peluang kembalinya dana tersebut sangat kecil meskipun Anda sudah mendatangi bank, membekukan rekening pelaku dan melaporkannya kepada pihak kepolisian. Selain karena penipu bisa lihai dengan memindahkan uangnya ke rekening lain, penipuan semacam ini bisa dianggap sebagai keteledoran sendiri sehingga bank tidak bertanggung jawab atas dana yang hilang tersebut. 

Baca juga: Waspada Penipuan, Ketahui Cara Cek Rekening Penipu Praktis!

Macam Macam Modus Penipuan Online

Hingga saat ini, modus yang digunakan oleh penipu di internet makin beragam jenisnya. Beberapa di antaranya adalah:

Selain beberapa modus di atas, masih banyak lagi modus lainnya yang perlu Anda waspadai di internet. Misalnya saja ketika ada orang yang mengaku sebagai teman atau anggota keluarga Anda yang ingin meminjam uang, jangan buru-buru percaya. Ini adalah salah satu celah bagi penipu untuk menguras kantong Anda.

Cara Melaporkan Penipuan Online

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk melaporkan penipuan online yang Anda alami. Selain dengan datang langsung ke kantor polisi, Anda bisa memanfaatkan situs pengaduan seperti cekrekening.id atau lapor.go.id.

Pengaduan ke cekrekening.id bisa Anda lakukan jika Anda memiliki data berupa nomor rekening pelaku. Akses situsnya kemudian ikuti langkah-langkah pengaduan yang tertera. Jika Anda tidak punya informasi berupa nomor rekening pelaku, Anda bisa melakukan pelaporan lewat lapor.go.id atau dengan datang langsung ke kantor polisi.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Jadi Korban Penipuan Online?

Jika Anda sadar sudah menjadi korban penipuan, Kominfo menyarankan Anda untuk menghubungi call center m-banking atau aplikasi e-wallet yang Anda gunakan untuk pengaduan. Jika pihak bank atau penyedia layanan keuangan yang Anda gunakan menemukan transaksi janggal, minta mereka untuk memblokir rekening atau akun Anda.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, segera lakukan laporan ke pihak berwenang. Laporan terkait penipuan ini bisa Anda lakukan di kantor Kepolisian, OJK, Bank Indonesia dan instansi terkait lainnya.

Itulah beberapa informasi penting terkait penipuan online yang sebaiknya Anda ketahui. Pastikan Anda hanya melakukan transaksi dan aktivitas keuangan yang aman di internet untuk menghindari kejahatan.

Exit mobile version